Cerpen-700 Episode (Oleh: Mutiara Syaflina)

15 Sep

                        “Dunia putih abu – abu”. Sekali mendengar kalimat itu, mungkin sekilas senyum atau bahkan tawa kecil cukup untuk mewakili pemikiran kita tentang dunia putih abu – abu. Banyak yang bilang indah, konyol, atau mungkin rumit. Tiga tahun, bahkan ada yang melewatinya hanya dalam dua tahun. “Singkat memang, namun berharga”. Begitu kata mereka yang telah melewatinya. Meskipun hal itu terdengar agak berlebihan bagiku yang sedang berada di tengah – tengah dunia putih abu – abu.

                        Ini kisahku. Semuanya berawal dari keputusan orang tua yang sepihak terhadap anaknya yang bersikeras ingin memasuki sma biasa di dekat kota. Namun, tak ada yang bisa menentang keputusan orang tuanya untuk mendaftarkan dirinya di sebuah sma unggulan baru di pinggir kota bernama SMA N 3 Batusangkar. Bisa dibilang, tidak berani. “Toh… yang mau bayarin sekolah orang tua juga”. Ujung – ujungnya kalimat itu juga yang menunjukkan kebenarannya. Sebagai seorang anak gadis belasan tahun, aku tak bisa berbuat apa – apa.

                        Episode pertama pun dimulai.  Pada awalnya, semua terasa begitu melelahkan. Sangat melelahkan, hingga aku ingin menyerah. Tapi, dengan segera aku menyadari ini bukanlah cara yang baik untuk menghadapi hal ini. Berusaha menjalani semuanya dengan baik adalah solusinya. Aku tak akan bisa melihat dunia dengan semua kelelahan dan kekesalanku. Tapi dengan membuka hati, aku dapat melihat dunia sejuta kali lebih baik.

                        Hari demi hari aku menjalaninya. Aku telah melewati tujuh ratusan episode – opisode kehidupanku di sini. Bukan hanya satu atau dua topik, tapi ratusan topik pula yang aku mainkan. Konflik persahabatan, yang terkadang membuat kesal, marah ataupun sakit hati. Pada akhirnya, berbuah pelajaran – pelajaran manis. Jalan pencarian sahabat yang panjang, hingga menemukan suatu hal – hal baru dalam perjalanan itu. Banyak yang aku sadari dalam perjalanan. Kebenaran, kepercayaan,  dan berbagai kesalahan yang berusaha ku jauhi.

                        Pahit manisnya cinta, tak ketinggalan menemani dunia putih abu – abuku. Diterima ataupun ditolak, cemburu dan yang lainnya tentu pernah tertulis di kamus cinta putih abu – abuku. Curi – curi pandang, cari – cari kesempatan, terkadang terdengar memalukan untuk diceritakan. Namun, sangat indah saat dibayangkan. Beberapa konflik cinta juga memberi rintangan kesabaran dalam tujuh ratus episodeku di sini. Memendam rasa cinta selama dua tahun pada seseorang karena tak berani mengungkapkannya , terdengar bodoh atau mungkin konyol. Tapi hal semacam itu, biasa terjadi di dunia putih abu – abu.

                        Episode – episode kehidupanku tidak hanya sampai di situ. Pencarian jati diri mulai menyapa perjalananku. “Siapa aku?. Siapa aku sebenarnya?”. Aku mulai bertanya pada mereka. Tak ada jawaban yang ku dapat. Bahkan dinding kamar juga tak bisa memberikan jawaban yang ku inginkan. Apalagi pada rumput yang bergoyang, satu abad pun aku tak akan menemukan jawabannya.  Mungkin bertanya tidak ada gunanya. Aku putuskan untuk mencari jawaban itu.Semakin aku mencari jawaban, maka pertanyaan pun semakin banyak menghampiriku.   “Bagaimana aku akan mencari jati diri?. Sedangkan setiap hari aku menemukan hal – hal baru dalam hidupku?”. Pada akhirnya, aku mulai menyadari. Kenapa aku mencari jati diri di tempat lain sedangkan jawabannya ada pada diriku sendiri. Sebuah kata mutiara mengatakan. “Bahkan psikolog ternama pun tidak akan bisa benar – benar memahami diri anda, kecuali diri anda sendiri”. Memahami diri sendiri, dan percaya pada diri sendiri hanya itu.

                        Perjalanan masih belum berakhir, tiba saatnya aku mulai memikirkan impian. “Apa impianku?. Apa yang sebenarnya kuinginkan dalam hidup ini?”.  Aku menemukan kesibukan baru dalam memecahkan pertanyaan ini . Lulus Ujian Akhir dengan nilai yang memuaskan, bukanlah impianku tapi adalah suatu keharusan bagiku. Kuliah di Universitas ternama, juga bukan impianku tapi hanya sebuah jembatan penyebrangan antara pencarian ilmu dan penyaluran ilmu. Mempunyai pekerjaan dengan jabatan tinggi, punya rumah besar, mobil mewah merk luar, semua bukanlah impianku. Kebanyakan orang mempunyai impian hidup yang kabur, dan aku tidak mau terhitung dalam golongan itu.

                        Hidup adalah perjalanan, dan impian adalah tujuanku. Tujuan yang jelas dan terarah yang akan membuatku sampai pada tujuan itu dan membuat perjalananku tidak sia – sia. Episode inilah yang sangat rumit untukku mainkan, memang terlihat sepele namun membutuhkan pemikiran yang dalam untuk menentukannya.

                        Perjalananku belum berakhir, masih banyak episode – episode yang mungkin lebih menarik ataupun mungkin lebih rumit bagiku untuk memainkannya. Selama putih abu – abu masih kukenakan. Entah berapa banyak lagi konflik yang akan kuhadapi. Dan mungkin aku juga akan mendapatkan lebih banyak pelajaran tentang kehidupan di sini.

                        Mungkin takdir dari Tuhan yang membuatku menyadari banyak hal selama sekolah di sini. Seperti dalam menghadapi masalah. “Masalah yang membuat kita bijaksana, karena itu jangan lari dari masalah”. Dan satu hal lagi yang sangat penting. “ Kenali diri kita sendiri, untuk mengetahui dimana kekurangan dan kelebihan kita”.

Advertisements

9 Responses to “Cerpen-700 Episode (Oleh: Mutiara Syaflina)”

  1. mutiara2206 September 16, 2012 at 1:39 am #

    🙂

    • ikasatibasa September 16, 2012 at 5:43 am #

      terus menulis yah.. 😉

      • mutiara2206 September 17, 2012 at 8:57 pm #

        iyaa kak 🙂

  2. Dio Putra Pratama September 20, 2012 at 8:22 pm #

    Semangat ya kak…karena yakinlah bahwa ada keajaiban di balik menulis itu …

    • mutiara2206 September 21, 2012 at 11:26 pm #

      seehaaa dio…
      Inshaallah Pasti semangat dong dio…

      • mutiara2206 September 21, 2012 at 11:28 pm #

        eh visit blog tya dong…
        Kalo mau baca fanfic romance2 gitu,
        *izin promo

  3. Elsha Bahri September 23, 2012 at 4:54 pm #

    nice story mbak………
    masa putih abu-abu emang berkesan banget

    • mutiara2206 September 25, 2012 at 6:06 pm #

      thanks gee… Bakal jadi bahan cerita buat anak cucu kelak nih…

Trackbacks/Pingbacks

  1. Cerpen-700 Episode (Oleh: Mutiara Syaflina) « minhoyuri - September 16, 2012

    […] Cerpen-700 Episode (Oleh: Mutiara Syaflina). Like this:SukaBe the first to like this. Posted in Uncategorized […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: